Skip to main content

Mencintainya bukan dengan pujian yang berlebihan


Rindu kami padamu...ya..Rassul..Rindu tiada terperih....
Ber abad jarak bagimu ya Rassul serasa dikau di sisi....

Berbicara Rasulullah SAW rasanya tiada akan ada habisnya...salah satu mahluk Allah SWT yang bisa dikatakan sempurna.

Seorang laki - laki yang memiliki pribadi dan ahlak yang sempurna...
berbicara pribadi dan ahlak Rasulullah membuat semua umatnya merasa terpesona

Apalagi para kaum hawa....yang selalu mendambakan seorang laki -laki yang memiliki kepribadaian dan ahlak seperti Rasul tentunya * siapa sih yang tidak ingin bersanding hidup dengan laki - laki yang memiliki pribadi seperti rasulnya

walaupun kita hanya mengetahui gambaran rasulullah SAW lewat buku pelajaran dari jaman SD mengenai Sejarah Islam, tanpa disadari kita menginginkan sosok tersebut ada pada kehidupan kita...

Bisa dibayangkan jika sosok seperti rasulullahSAW ada didalam kehidupan kita alangkah bahagia dan damainya hidup ini. pantas jika Ia di sebut sebagai suri tauladan bagi umat Islam..

tapi masih saja sebagian dari umat hanya memuji dan mengagungkan Rasullulah SAW saja ini dapat dilihat pada perayaan maulid nabi Muhammad SAW yang di rayakan setahun sekali..layaknya seperti perayaan hari raya besar lainnya....

bahkan di daerah - daerah lain melakukan perayaan besar dipusat kota dengan iringan - iringan hantaran berupa hasil bumi makanan dll. yang malah membawa pada perbuatan syirik bagi umat dan membawa ke musyrikan naudzu billahi min dzalika.

padahal bukan seperti itu caranya kita mencintai rasulullah SAW, tapi bagaimana kita metauladani pribadi dan ahlak nabi...terutama atas sunnahnya, mencintai nabi dengan cara menjalankan apa -apa yang sudah menjadi sunnah bagi umatnya...

" Barang siapa yang menjalankan sunnahku maka sesungguhnya dia telah mencintai aku "

melakukan hal - hal yang baik dalam kehidupan kita berdasarkan ajaran baginda Rasulullah SAW dalam kehidupan kita adalah merupakan rasa cinta kita kepada nabi SAW

Allah juga memerintahkan supaya umat manusia senantiasa beradab bersama Nabi SAW sama ada ketika berbicara mahupun menjawab panggilannya. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengangkat suaramu melebihi suara Nabi. (al-Hujuraat: 2)

Allah SWT juga melarang kita daripada berurusan dan bergaul dengan Nabi SAW sebagaimana kita berurusan dan bergaul sesama manusia yang lain, atau memanggil Baginda SAW sebagaimana cara kita memanggil sesama kita. Allah SWT berfirman: Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan Rasulullah di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu. (al-Nur:63).




Comments

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah