Skip to main content

Suatu pencapaian yang membingungkan

21 November adalah hari yang bersejarah buat sahabat ku Melan
Pukul 08.00 WIB pagi melangsungkan Ijab kabul di persunting oleh Yoga
agak telat sih datangnya tapi...cukup berkesan (*dan hampir tidak percaya..)

Rasa bahagia diselimuti dengan rasa haru dihatiku.....
Sedih terasa karena merasa ada sesuatu yang diambil atau hilang dalam diriku yaitu "seorang sahabat"
Hal ini selalu aku rasakan ketika sahabat - sahabatku telah menuju bahkan telah mencapai mahligai pernikahan.

Ada rasa sedih...dan iri di hati karena sedikit jiwa atau spiritku telah pergi untuk yang lain... ( *lebay banget nih gw..)
Ada pertanyaan pada diri, kapan diriku akan  mengikuti jejak mereka.... :-(
Apa sih yang membuat sulit buat diriku mencapai hal tersebut
Apa yang kurang
Apa yang belum siap
Apa aku terlalu mengikuti ego ku ( harus begini...harus begitu...)
Apa aku takut ( padahal aku sudah berusaha membuka diri... *asal jangan buka baju aja :-P )

Berkata Jodoh pasti ujungnya...semua ada di gengaman Tuhan, jadi Inget comment temen

" Jodoh ga akan kemana - mana, kitanya kemana -mana juga tetap aja itu jodoh ga akan kemana - mana, tapi klo ga di cari itu jodoh ngumpet terus!! *Hahaha...






Comments

mAla said…
beuh.. mb neh yg lebih mantaap.. kalo aku ganti tamplet.. mb ganti status.. hehehe... selamat y mb...
rainsya said…
hehehe...yang ganti status sahabat aku say....bukan aku... :)
mAla said…
hehehehe... iya iya mb.. salah pemahaman.. mala kira mb.. hihihih... mb kapan nyusul.. huakakaka... terimakasih atas ucapan miladnya mb..
indah said…
hihhihi.....

sabar yah na...
yakin ajah kalo tiap orang udah disiapin jodohnya masing2 sama Allah...tinggal gimana cara kita ngedapetinnya....ikhtiar aja ga boleh putus2

somewhere someday akan ada jodoh terbaik untuk kita semua...Amiin

luph u girl
anna said…
Amiin..mudah-mudahan ya....

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah