Skip to main content

Salah Siapa ? Jakarta Banjir.....

Tercatat tanggal 25 oktober 2010, satu moment yang tak terlupakan, dimana hujan deras seharian mengguyur kota Jakarta saat itu dan yang terjadi adalah menimbulkan banjir dimana -mana.

Sore hingga malam itu luar biasa masyarakat Jakarta di buat pusing dengan kemacetan total yang di sebabkan banjir di berbagai ruas jalan dan banjir di pemukiman penduduk...

Dalam satu malam,semakin terbukti Jakarta semakin semraut

beberapa twitteran dari twips :
Prabu Revolusi
by rain_sa
Dear Bpk. Presiden, anda pemimpin kami saat ini. Plz, liat skitar, semua bencana2 ini, ratusan nyawa2 yg hilang, kekacauan dimana2 ...
: Gokil RT @: GILA, temen gw ada yg bayar (cont)

Anna Rainsakina
Hayuuk!!! Bisa gila nih! Klo tiap hari kya smlm RT @: Dan pagi ini,,dihari ini gw bertekad (cont)


Inilah gambaran kota Jakarta di saat hujan deras menguyur kota Jakarta....apalagi yang seharusnya dilakukan oleh pemda DKI untuk mengatasi hal ini...sudah di bangun kanal -kanal untuk mencegah banjir, namun masih saja hal ini terjadi.

Siapa yang salah dan siapa yang harus di persalahkan ?
lucunya lagi "Big bos" dari yang punya jakarta malah Menyalahkan Warganya.... *lucu ya....
Seharusnya para jajaran dari si " FOKE" ini melakukan evaluasi dengan apa yang telah terjadi....

si Big bos hanya menyalahkan warganya dan menyalahkan curah hujan yang sering turun di wilayah Jakarta khususnya ( hujan pemberian sang pencipta pak?, itu kuasanya! )


Saya Jadi bertanya warga yang mana yang patut dipersalahkan ?
warga Jakarta yang lahannya di gusur untuk pembangunan kota atau warga Jakarta yang memperoleh izin untuk membagun fasilitas berupa Mall dilahan yang seharusnya sebagai kawasan serapan Air ( Kebon Melati, lebak Bulus, Gandaria dan daerah lainnya )


Sebagai " Big Bos" harusnya menunjukan profesionalnya bukan malah mencari kambing hitam siapa yang patut dipersalahkan " ibarat kata kota Jakarta ini sudah sakit parah dan perlu Obat segera untuk memulihkan penyakitnya , bukan malah saling menyalahkan.







Comments

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah