Skip to main content

Mampukah Bangsa ini membangun negaranya

Jika melihat pemberitaan saat ini cukup menghawatirkan, hampir tiap hari Headline atau breaking news isinya beberapa kasus seperti teroris, century, markus, serta terakhir kasus gayus yang tertuduh sebagai makelar pajak.

Jadi mikir lalu gimana nasib rakyatnya ya....gimana nasib bangsa ini jika pemerintah terlalu terbuai dengan kasus-kasus tersebut yang sudah pasti akan berlarut -larut dan semakin tidak jelas.

Bangsa ini cukup besar bukan hanya di ibukota negara saja, daerah lain pun juga perlu perhatian dari pemerintah pusat.pembangunan infrastruktur, pendidikan serta perekonomian juga perlu di perhatikan di daerah - daerah.

Jadi bertanya akankah para wakil rakyat dan pemerintah mampu membangun bangsanya (suatu pertanyaan yang membuahkan pemikiran pesimis...hehehe...), tapi kita tidak boleh pesimis, karena suatu negara akan maju jika rakyatnya mau maju dan serius mebangun bangsa dan negaranya.

saya membaca sebuah pemberitaan dimana salah satu mantan wapres JK dengan ke optimisannya, dia menilai bahwa Indonesia mampu membangun negaranya sendiri tanpa harus bergantung dengan bantuan asing. 








Comments

mAla said…
ngeliat gayanya gayus dan kawan2 makin bikin emosi... padahal di sudut gang kecil masih banyak yg berjuang hidup dengan peluh dan jauh dari kemewahan.. hedeeeehhh.... udh gaji cukup masih gk puas.. maunya apa sehh??!! -;- jadi emosi gini y..??? hehehehe...
Rainsya said…
Sabar Jeung.... sama aku juga makanya jadi kepikiran apakah dengan kondisi negara kita saat ini, dimana pemerintah dan wakil rakyat sibuk dengan urusan tingkat tinggi, lalu kapan mereka konsen dengan mensejahterakan rakyat!!! (waduh jadi ikutan Emosi jiwa neh :P )

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah