Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2009

Ramadhan Oh Ramadhan

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau telah memperpanjang umurku Sehingga aku masih dapat bertemu kembali dengan Ramadhan Alhamdulillah, Aku masih diberikan kesehatan Engkau berikan sehat jasmani dan rohaniku Sehingga aku dapat menjalankan ibadah puasa Alhamdulillah, Aku masih berkesempatan memperbaiki diri Engkau berikan waktu untuk tadarus dan mendengar tausiah Sehingga aku dapat mengingat dosa -dosa ku yang lalu. Alhamdulillah, Aku masih dapat berkumpul dengan keluarga Engkau berikan kesempatan untuk ku bersama Ibu dan Adik - adikku Sehingga aku dapat lebih dekat dengan mereka. Aku berharap akan selalu dapat bertemu Ramadhan di tahun -tahun mendatang. sedih rasanya jika Ramadhan ini pergi.... karena belum pasti aku akan bertemunya kembali.... Jia Allah mengizinkan Insyaallah, aku akan bertemu kembali dengan mu oh Ramadhan.

Pelajaran Dari Klaim Tari Pendet oleh Malaysia ; Kita Butuh Langkah Nyata

Beberapa hari ini sedang ramainya membicarakan tari pendet, jadi inget adikku dulu pernah kursus tari bali, untuk tingkatan pemula mereka harus bisa menguasai tari Pendet terlebih dahulu,tarian pendet berasal dari provinsi Bali ibukota Denpasar salah satu kepulauan atau bagian dari negara Indonesia. Maraknya di beberapa media bahwa tari pendet di claim sebagai budaya Malaysia padahal sudah jelas itu adalah salah satu dari banyaknya produk budaya Indonesia. di beberapa milist dan blogpun juga membicarakan hal tersebut. Salah satunya saya membaca di blognya JengSRI dan ada salah satu kiriman email dari Lucky Setiawan dalam rangka melestarikan Budaya Indonesia  di dunia international dan penghindaran pengulangan pencurian yang tidak bertanggung jawab atas budaya Indonesia. Malaysia kembali mengklaim kekayaan budaya Indonesia. Untuk tarian saja, ini adalah kasus yang keempat, setelah "Tari Piring" dari Sumatera Barat, "Tari Reog Ponorogo" dari Jawa Timur dan "

IndonesiaUnite

Sebelumnya Dirgahayu Negeri ku yang ke - 64 tahun.... Sudahka kita merdeka???, kalau menurutku belum sepenuhnya merdeka. Mungkin sudah merdeka dikarenakan Negeri ini dapat di rebut dari para tangan penjajah tempo dulu oleh para pejuang dan pahlawan - pahlawan kita. Namun untuk saat ini menurut saya negeri ini belum merdeka, terutama merdeka dari perbuatan yang merugikan bangsa dan negara tentunya. Negeri dan bangsa ini belum merdeka dari para koruptor dan Teroris. Berbicara teroris teringat dengan kejadian Bom belum lama ini terjadi di jakarta "Bom Kuningan" yang menghancurkan Hotel J.W Marriot dan Ritz - Carlton, hal ini cukup mengejutkan terutama bagi penduduk Jakarta. sudah lama kita tidak pernah mendengar atau mengalami hal tersebut, namun muncul kembali tragedi ini. Namun ya itulah Indonesia, di kenal dengan bangsa yang memilki solidaritas tinggi ( #hmm...So toy lagi nih gw!), dimana ada kejadian disitupun ada cara untuk mengungkapkan rasa!, kalau yang ini bukan

Apa itu Densus 88

Beberapa hari lalu, seharian di rumah, gak ada yang bisa di kerjain selain gonta ganti channel TV, dan isinya sama semua....terutama untuk beritanya....isinya tentang pengepungan markas teroris yang di duga pimpinan dari Nurdin M Top, pengepungan di lakukan oleh tim Densus 88...mmm agak tertarik juga nih dengan tim ini. Jujur aku gak pernah tau apa itu Densus 88, penasaran aku browsing tentang tim ini, Densus 88 singkatan dari Detasemen Khusus 88 yang merupakan satuan khusus dari kepolisian Republik Indonesia untuk menanggulangi aksi teror di negara ini.mereka di latih untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. beberapa dari mereka adalah tim Gegana. Densus 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan diperkirakan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu al

Sebenarnya....

Seseorang yang saat ini dekat denganku, namun serasa jauh bahkan aku merasa semakin jauh.... kalau aku mengingat - ngingat lagi awal perkenalan.... semuanya menyenangkan bahkan bisa buat aku tertawa... senang merasa ada yang perhatian namun kenapa semakin melangkah kedepan malah aku merasa menjadi moment membosankan... Dan aku merasa pasti ada yang salah....tapi apa?, aku mencari -cari apa dan aku merasa, menyadari rasa perhatian itu mulai berkurang, yang kulakukan saat ini berusaha memahami dia... tapi tetap saja responnya sama (Lempeng seperti jalan tol ), aku berusaha untuk komunikasi tapi selalu putus di tengah jalan, ya ampuuun aku bingung harus gimana lagi....dan aku makin menyadari aku tidak tau sebenarnya apa yang ada di hatinya.... Berusaha memberikan perhatian, namun responnya datar - datar saja, sehingga membuat aku berfikir negatif terhadapnya (dan berharap itu tidak terjadi) dan menimbulkan rasa takutku semakin besar..... Padahal saat ini aku memerlukan dia...sikapny