Skip to main content

Apa Kabar Jakarta Ku

Tak terasa ternyata sudah bulan Juni lagi...di bulan ini adalah bulannya buat Ibu kota DKI Jakarta genap berusia 482 tahun, wuiih.... dah tua ya : P, mengingat sedikit, dimana kota jakarta ini adalah kampung halamanku tempat dimana aku di lahirkan, beda memang jakarta tempo dulu dengan sekarang, zaman aku kecil dulu jakrta tidak sepadat saat ini, tidak sepusing saat ini, dulu saya tinggal di pusat kota jakarta, dulu saya masih merasakan adanya Bis tingkat (hehehe...), kemana -mana serasa dekat,karena pada saat itu belum banyak kendaraan seperti sekarang ini,pohon - pohon besar di pinggir jalan maupun diperbatasan jalan,mungkin suasana itu masih terlihat di daerah sekitar monas atau menteng, karena disana masih banyak bangunan-bangunan tua atau lama yang sekelilingnya masih di hiasi dengan Pohon-pohon tersebut, dulu gedung -gedung tinggi belum begitu banyak, belum ada yang namanya Mall, dan aku rasa dulu belum banyak para urban atau pendatang dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di ibukota Jakarta ini.tapi apa yang terjadi saat ini dengan kotaku Jakarta?

semakin pesatnya perkembangan pembangunan kota membuat kota jakarta ini berubah pesat menjadi kota metropolitan dan sudah menjadi pusat bisnis Nasional maupun International, namun perkembangan itu tidak membuat kota Jakarta ini semakin Asri dan Teratur, malah semakin terlihat semraut, berusaha untuk menyamakan dengan negara -negara asia lainnya tapi, sepertinya kita belum siap, terutma dalam hal transportasi dan lalu lintas, lihat saja seperti saat sekarang ini dimana ibukota DKI Jakarta genap berulang tahun ke 482,tapi masih saja terjadi kemacetan dan sarana transportasi serta jalan -jalan yang rusak, apakah 482 tahun tidak cukup waktu untuk membenahi ibukota ini, kira-kira kado apa yang pantas untuk Ibukota DKI Jakarta ini ya??

Comments

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah