Skip to main content

BERAWAL DARI KESUNYIAN


Malam ini hujan turun cukup deras, aku menunggu bus untuk mengantarku pulang setelah aku melakukan ibadah sholat maghrib di sebuah masjid, hawa dingin menyelimuti tubuhku, angin dingin terasa menyentuh kulit wajahku, tiba-tiba tersirat dalam benakku "kesunyian", disaat hujan turun disertakan angin dan guntur, aku merasakan ketakutan dalam diriku,tak ada seorangpun di halte bus dimana tempat ku berteduh, ketakuatanpun semakin memuncak setelah menyadari jalan - jalan mulai terlihat sepi, aku hanya di temani oleh terangnya cahaya lampu jalan yang sedikit menghilangkan rasa cemasku menunggu bus yang tak kunjung tiba .

"Sunyi" hanya terdengar percikan air yang bersentuhan dengan roda-roda kendaraan yang melintas di depanku, merasakan kehampaan yang terasa dalam benakku "Kosong" tiba - tiba rasa cemas itu muncul kembali, rasa yang menyadarkanku akan tiba waktunya nanti "kematian", tak ada yang dapat menolak datangnya suatu kematian, kematian yang dapat membuat orang yang di tinggalkan menangis sedih, merasa penuh dengan penyesalan.

Aku sadar aku akan mengalami hal yang sama nantinya menuju kematian,entah kapan datangnya namun aku harus mempersiapkannya,Angin malam semakin terasa semakin dingin karena kurasakan semakin menusuk kedalam tubuhku, aku mulai berusaha mengalihkan rasa dingin itu dengan apa yang kufikirkan saat ini ternyata bekalku untuk menuju kesana dapat dikatan belum ada "sedih" mulai terpancar dari dalam hatiku setelah ku merenung ternyata belum banyak amalan baik yang kulalkukan dan kubandingkan ternyata amalan buruk lebih dominan, ku berharap jika waktu itu akan tiba amalan baik yang seharusnya diperhitungkan nanti dapat terpenuhi

Comments

Mardee W said…
hmm...
butuh temen?

*sisiran

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah