Skip to main content

Waspadai Sindrom Bulan Puasa

Marhaban ya ramadhan bagi para kaum muslim sangat menanti kedatangan bulan suci ini, dimana kita berlomba-lomba untuk melakukan ibadah yang sudah tentu akan memeperoleh pahala yang berlimpah.

Tapi juga tak terlepas dari kebutuhan fisik kita terutama adalah makanan, dulu waktu masih jadi mahasiswa dan jadi anak kosan hampir menjelang magrib antara pukul 04.00 sore, satu persatu para pedagang dadakan menjual makanan untuk berbuka dan uniknya makanan yang memang biasa kita temui hanya ada pada saat bulan ramadhan saja.

Terkadang kita beranggapan bulan puasa dapat membantu kita untuk berhemat namun pada kenyataannya semakin besarnya pengeluaran untuk kebutuhan fisik kita selama bulan puasa, hal ini mungkin yang disebut Sindrom Bulan Puasa Seperti “Hari Terakhir, Balas Dendam, Buka Puasa Bersama dan Makanan Instan.

Comments

pelangihati said…
Bener sekali. Banyak yang terjangkiti sindrom bulan puasa alias berlebih-lebihan dalam hal makanan. Seakan-akan semua jenis makanan mau dimakan. Padahal inti dari berpuasa adalah mengendalikan hawa nafsu, baik ketika berpuasa dan setelah berbuka. Salam kenal dan selamat berpuasa.
Mardee W said…
mungkin karena itu td -mumpung ada-

semoga aku bukan termasuk didalamnya :D
athie said…
Laper liat makanannya..
anna rainsakina said…
sama gw juga laper apa lagi liat es Campurnya

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah