Skip to main content

"SAVE OUR CHILDRENS"





Kemarin pukul 21.15 WIB, malam itu aku melihat manusia - manusia kecil yang penuh dengan keterpaksaan menjalani hidup mereka, dua kakak - beradik menyumbang suara di dalam bus kota, ada sedikit kekesalan dalam si adik yang letih dan mengantuk,semua penumpang melihat iba karena sang adik mulai mengantuk dan merengek ke sang kakak untuk meminta pulang, namun sang kakak trus saja menyanyi berharapakan mendapatkan kembali amplop putih yang lusuh itu dengan berisikan uang.

Sang kakak menyanyikan 4 buah lagu dengan suara yang mulai parau karena letih. sang adik mulai berlahan - lahan menutup kelopak matanya karena mengantuk dan akhirnya tertidur, ku selipkan uang dalam amplop putih lusuh tersebut dan menunggu si adik untuk mengambilnya kembali. ada rasa haru terungkap dalam hatiku pada saat melihat sang adik mulai tertidur. keluar dalam benakku kemana orang tua mereka?, apakah mereka tahu dimana sekarang anaknya berada?, apakah mereka tahu apa yang dilakukan anak-anaknya saat ini?, atau mungkin mereka tahu? seandainya iya!, sungguh sangat menyedihkan!, dimana rasa kepedulian mereka terhadap anak-anak mereka sendiri, mereka dengan tega mengeksploitasi anak-anak mereka yang di bawah umur untuk mencari uang!, lalu apa tugas mereka sebagai orang tua?, hanya menunggu setoran dari anak-anak mereka yang tidak seberapa itu?, lalu apa yang mereka lakukan kepada anak-anak mereka ketika dia pulang namaun uang yang di setor tidak sesuai dengan yang mereka harapkan atau bahkan anak-anak mereka tidak mendapatkan uang sedikitpun!, hanya itu kah tugas mereka sebagai orang tua?

Apakah ini bukti bahwa perekonomian bangsa semakin sulit sehingga imbasnya kepada anak-anak yang tak berdosa yang seharusnya merupakan aset bangsa (tapi bukan aset untuk di perjual belikan).
Sampai kapan bangsa ini akan terus tertindas dengan kehidupan mereka sendiri, adakah kebebasan manusia-manusia kecil ini untuk dapat menjalani kehidupan yang selayaknya mereka peroleh dan nikmati, masih teruskah bertambah atau berkurang eksploitasi dan kekerasan pada anak-anak?

Siapa yang harus bertanggung jawab dengan keadaan saat ini, pasti yang keluar dari mulut kita " ya pasti pemerintah lah", tapi apakah peran pemerintah saja sudah cukup?


Comments

Mr.Anonymous said…
theufoconnection.blogspot.com
athie said…
nenek gaya nih postingannya hihihihi
anna rainsakina said…
hehehehe,yang pasti bukan gaya kupu2 atau gaya bebas kali ya

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu New Normal, siapkah kita akan hal ini?

Terhitung bulan Maret Akhir Indonesia di hebohkan dengan adanya WNI kita yang terpapar dan positif corona, sejak terinformasikan itu, maka pemerintah menyatakan bahwa Indonesia statusnya sudah tidak lagi bebas dari COVID-19. Dari Maret akhir dan sampai saat ini, pegerakan masyarakat yang terjangkit masih mengalami naik turun dari data yang di share oleh tim gugus tugas, yang setiap hari menginformasikan, orang yang PDP, Positif COVID-19 dan yang meninggal. selama hampir memasuki 3 bulan , kita melakukan berbagai process dan regulasi yang di buat pemerintah, sampai akhirnya berlaku , PSBB secara bertahap di seluruh wilayah yang terjangkit COVID-19, dan merasakan di tahun ini moment- moment kebersamaan hilang, karena bertepatan, ramadhan dan lebaran, jadi banyak larangan terkait dengan Ibadah dan larangan mudik, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini. 3 bulan kita melewati ini semua ,berusaha dengan sabar mengikuti aturan, #tetapdirumahaja, kerja dari rumah, belajar dari rumah