Skip to main content

Disambut Positif dan Negatif

minggu lalu sempat posting salah satu artikel yang saya ambil dalam salah satu site
"UI jaring dosen asal Indonesia di luar negeri" aku posting dalam beberapa milist ku

isinya dimana Rektor UI Gumilar Rusliwa Sumantri akan menjaring dosen terkemuka asal Indonesia yang mengajar di perguruan tinggi di luar negeri untuk berkarya di Tanah Air sehingga dapat dibentuk Centre of Excellent selengkapnya

ternyata respon kawan-kawan sangat beragam ada yang mendukung ada yang tidak
sebagian mengatakan cepat atau lambat para dosen dan ilmuwan berasal Indonesia akan kembali ke Indonesia
tapi ada juga yang menyatakan bahwa kemungkinan besar mereka tidak akan kembali, apalagi setelah mereka mendengar atau melihat kenyataan yang terjadi sekarang di negaranya (masih gak ya..mereka Ingat negaranya

)



pada intinya memang perlu adanya pembenahan diri terutama dalam sektor pendidikan dan sektor-sektor lainnya yang pasti seperti pendapat kawan saya yang perlu diperhatikan saat ini adalah:

1. Pendidikan yg murah dan terjangkau. Karena setiap rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan.
Bukan masalah dosennya lulusan luar / dalam ataupun bergelar Doktor, PhD, Msc, ataupun apapun sebutannya.
Saat ini kebanyakan pendidikan di komersialkan. Yang berduit bisa masuk kemana aja, tergantung kemapuan untuk meberikan sumbangan sebagai tanda masuk. Yang ditakutkan kelak, orang miskin, tapi punya kemampuan bakal ga bisa sekolah. Secara pribadi aq lebih setuju dengan orang sederhana, tp yg mau berbagi ilmunya tanpa mengharapkan imbalan. Daripada seorang Doktor, tp untuk membagi ilmunya kita harus mengelurkan duit puluhan juta. Karena ilmu baru bisa dikatakan bermanfaat, apabila ilmu itu bisa kita bagi dengan yg lainnya. Orang pintar yg pintar u/ dirinya sendiri skr dah banyak, tp orang berilmu yg mau mebagikan ilmunya dengan iklas itu yg langka.


2. Biaya pengobatan yg murah dan terjangkau. Ada 2 hal yg mebuat biaya pengobatan mahal :


1. Biaya sekolah kedokteran yg selangit. Saat ini mahasiswa2 FK kebanyakan berasal dari anak2 orang mampu. Bahkan yg aq tau, seorang dokter mewajibkan salah satu anaknya tuk kuliah di FK.


2. Obat dijadikan lahan bisnis. Dokter pun menjadi sales bagi sebuah merk obat.


3. Pemakaiana provider kesehatan yg unlimited dari perusahaan tempat kita bekerja.


Sekarang tiap kali kita berobat selalu ditanya " Pribadi atau Perusahaan?" . Bayangin aja, sekali kita berobat hanya untuk sakit flue biayanya bisa mencapai Rp.250.000.

Tapi perlu di ingat, masih ada koq dosen, guru, dokter yg memang bekerja dan menjalankan profesinya untuk sebuah nilai kemanusiaan. Tapi ketika semuanya menjadi mahal, satu persatu akan ikut mahal juga.
Ketika biaya menjadi seorang dokter mahal, maka akan berimbas dgn makin mahalnya ketika kita berobat.
Ketika biaya sekolah S3 mahal, maka akan berimbas dengan makin mahalnya biaya masuk kuliah.


Dalam ketidak mampuanku tuk merubah, aq hanya bisa berharap
Mengaharapkan suatu perubahan

Dimana perubahan itu meski pelan tapi nyata bentuknya
Karena saat ini yg dibutuhkan adalah bukti bukan sekedar janji

Yang miskin tetap bisa berdampingan sekolah degang yg kaya
Si miskin pun tak ingin punya keturunan yg sama
"Ayah boleh cuma lulusan SD, tp tidak dengan anak ku kelak"
Kira2 seperti itu harapan setiap orang tua......... ......... ......... ..


Wong Ndeso Dalam Perantauan,
Ichal

Comments

Popular posts from this blog

Ramadhan teristimewa di masa pandemik Corona

Marhaban ya Ramadhan , Alhamdulillah masih dipertemukan dengan ramadhan kembali di tahun ini, dan ramadhan tahun ini mungkin sangat special bahkan bisa di bilang Ramadhan teristimewa. kenapa karena saat ini di Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemik Corona, dimana kita umat manusia diharapkan dapat memutus mata rantai wabah ini, dengan berdiam diri dirumah,melakukan physical distancing dan selalu mencuci tangan. hampir 1 bulan lebih saya berdiam diri dirumah dan kebetulan tempat kerja saya sudah memberlakukan WFH ( kerja dari rumah), rasanya luar biasa tidak enak kita melakukan berbagai aktivitas, sekarang dibatasi, dan saat ini sudah memasuki bulan ramadhan, dimana bulan- bulan ramadhan sebelumnya pastinya selalu sudah terplaning , dimana bulan ramadhan , puasa pertama buka bareng keluarga, dimana di minggu ke - 2 puasa biasanya sudah punya rencana bukber ( buka puasa bersama), bareng keluarga besar, kerabat, bareng temen-temen zaman sekolah, bareng sahabat bahk

My Baby Blog's

 Seiringnya waktu, kehidupan itu terus berjalan ada banyak potongan - potongan kisah yang hilang begitu saja, dulu saya adalah seorang wanita single, yang mencari jati diri dan meniti karir dengan pekerjaan yang dapat dibilang saya sangat menyukainya, sampai akhirnya saya di persunting oleh seorang lelaki yang memilki background pekerjaan yang setipe, sehingga bisa saling support dan memahami rutinitas masing - masing ( walaupun ada hal-hal yang bertolak belakang, tapi sebisa mungkin kita redam)

Apa itu Densus 88

Beberapa hari lalu, seharian di rumah, gak ada yang bisa di kerjain selain gonta ganti channel TV, dan isinya sama semua....terutama untuk beritanya....isinya tentang pengepungan markas teroris yang di duga pimpinan dari Nurdin M Top, pengepungan di lakukan oleh tim Densus 88...mmm agak tertarik juga nih dengan tim ini. Jujur aku gak pernah tau apa itu Densus 88, penasaran aku browsing tentang tim ini, Densus 88 singkatan dari Detasemen Khusus 88 yang merupakan satuan khusus dari kepolisian Republik Indonesia untuk menanggulangi aksi teror di negara ini.mereka di latih untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. beberapa dari mereka adalah tim Gegana. Densus 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan diperkirakan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu al